KELURAHAN KALIANCAR: Pembibitan Lele Kembali Dikembangkan

KELURAHAN KALIANCAR: Pembibitan Lele Kembali Dikembangkan

Kecamatan Selogiri, Wonogiri kini tengah menggencarkan pembibitan ikan lele. Camat Selogiri Bambang Haryanto berencana menjadikan wilayahnya sentra pembibitan ikan air tawar terutama ikan lele. Pengembangan itu berada di sejumlah lokasi, salah satunya di wilayah Kelurahan Kaliancar.

Sekitar dua atau tiga tahun lalu, pembibitan lele tersebut sudah ada tetapi akhirnya kolaps. Sebab, permasalahan harga pakan ikan, perubahan musim, minimnya sarana dan prasarana dihadapi sendiri. Tapi, setahun terakhir, pembibitan ikan lele tersebut mulai dikembangkan kembali secara kelompok.

Di kelurahan yang memiliki 1.806 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sebanyak 6.895 jiwa tersebut, ada sekitar 60 warga yang melakukan pembibitan ikan lele dengan sistem kelompok. Kelompok tersebut tersebar di tiga lingkungan yakni Kaliancar, Gunung Wijil dan Gunung Gadung.

Warga tertarik melakukan pembibitan ikan lele karena pekerjaan mereka sebagai petani di sawah tadah hujan hanya bisa panen dua kali musim tanam. Lahan yang mereka garap juga bukan milik sendiri alias milik pemerintah. Di wilayah Kelurahan Kaliancar, pembibitan ikan lele bermula dari seorang warga bernama Kasmo yang hobi memelihara ikan air tawar. Ia lalu mencoba mengembangkan pembibitan ikan lele.

Saat itu, beberapa anggota karang taruna di wilayah tersebut kerap datang ke rumahnya dan tertarik dengan usaha sampingannya itu selain menjadi pegawai di kelurahan. Tapi, anggota karang taruna tersebut memerlukan modal untuk mewujudkan keinginan mereka. Akhirnya, Kasmo membentuk kelompok agar bisa mengajukan bantuan ke Pemkab maupun pihak ketiga.

Pada 2007, Pemkab mulai memberi bantuan berupa sarana dan prasarana, indukan dan pembinaan kelompok. Pendapatan yang mereka dapat bisa mencapai 200% dari modal apabila pembibitan berhasil.

“Dari modal awal sekitar Rp1 juta, pendapatan yang didapat bisa mencapai Rp3-4 juta jika pembibitan berhasil. Sebaliknya, kerugian juga bisa mencapai 200% apabila pembibitan gagal atau bibit ikan lele semuanya mati,” kata Kasmo saat ditemui Solopos.com di Kantor Kelurahan Kaliancar, akhir pekan kemarin.

Berharap Bantuan

Sayangnya, sementara ini mereka berhenti melakukan pembibitan karena kerap hujan deras yang membuat banyak bibit ikan lele mati. Mereka berharap ada bantuan berupa penutup kolam yang berupa plastik ultraviolet (UV) untuk menahan hujan tetapi bisa menyerap sinar matahari.

Selain itu, kendala lain yakni sulitnya pakan bibit ikan lele yang berupa cacing sutra. Cacing yang biasanya didapat di sungai-sungai itu hilang terbawa air hujan. Mereka pun harus mencari ke wilayah lain dengan harga yang mahal. Ada juga pakan pengganti yang dibuat pabrikan dengan harga Rp250.000/mangkok kecil, sedangkan harga cacing biasa yakni Rp12.000/liter.

Lurah Kaliancar, Sagimin, berharap ada bantuan agar usaha pembibitan tersebut tetap bertahan. “Potensi ini sayang jika dibiarkan saja. Apalagi, pak Camat berencana mengembangkan Kecamatan Selogiri untuk sentra pembibitan ikan air tawar. Kami ingin mendukung rencana itu karena bisa meningkatkan kehidupan ekonomi warga.”

http://www.solopos.com/2013/01/21/kelurahan-kaliancar-pembibitan-lele-kembali-dikembangkan-370766

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s