Kerupuk Tulang Lele Dumbo Juara III OPSI

22 Oktober 2011

Kerupuk Tulang Lele Dumbo Juara III OPSI

JIKA Anda hobi makan kerupuk atau aneka cemilan, tak ada salahnya mencoba kerupuk hasil penelitian dua siswa SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Kerupuk tulang lele dumbo, sarat akan gizi. Rasanya juga dijamin lebih gurih dan berbeda dibandingkan dengan kerupuk yang ada di pasaran.

Kerupuk buatan Pratama Rachmat Wijaya dan Oktaviana Rahmawati ini bahkan mendapat medali perunggu bidang penelitian IPS dan humaniora pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2011. Pasti bukan karena rasanya, melainkan pemanfatan limbah menjadi sumber pangan.

Semua berasal dari hobi Pratama, makan lele. Saat menyantap ikan berkumis itu, pasti menyisakan tulang kepala dan duri memanjang yang ada di dalam daging.

”Biasanya tulang dan duri dibuang. Lalu kami coba membuat penelitian untuk dijadikan kerupuk,” kata Tama di sekolahnya, Selasa (18/10).

Sambil sesekali makan camilan kerupuk yang sudah matang, Tama menjelaskan urutan pertama pembuatan adalah mencuci dan merebus tulang sekitar 30 menit.

Lalu dijemur hingga kering, ditumbuk hingga halus, kemudian dicampur dengan tepung terigu dan tapioka. Campuran diberi air dan bumbu. Setelah itu, adonan dipanaskan, dicetak silinder, dan dimasukkan dalam oven. Lalu diiris tipis dan siap digoreng.

Prospek Besar

Tulang ikan lele mereka peroleh dari beberapa rumah makan, terutama yang khusus menyediakan hidangan aneka ikan. ”Biasanya tulang hanya dibuang atau pakan kucing,” ujar siswa kelas 12 IPA 1 tersebut yang memperoleh uang tunai Rp 5 juta.

Ini bukan sekadar penelitian untuk makanan, Okta menjelaskan, ada prospek besar untuk memasarkan, lantaran belum pernah ada di pasaran. Untuk satu kemasan kerupuk dijual dengan harga Rp 2.000. Keuntungannya Rp 1.350.

”Saat ini sudah mulai dijual di kantin sekolah. Nanti ingin diproduksi dalam jumlah besar,” kata gadis yang duduk di kelas 11 IPA 2 itu.

Sementara itu, guru pembimbing penelitian, Sri Darwati mengatakan, olimpiade diadakan 9-14 Oktober lalu. Untuk memperoleh medali, mereka menyingkirkan 30 kelompok lainnya di bidang humaniora.

Keberhasilan penelitian ini juga ikut memajukan sekolah. Saat ini SMA Muhammadiyah 1 memperoleh dana bantuan block grant kegiatan ekstrakurikuler berprestasi.

”Kami mendapatkan jatah lima kegiatan. Masing-masing Rp 10 juta,” ujarnya. (Hanung Soekendro-37)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/22/163602/Kerupuk-Tulang-Lele-Dumbo-Juara-III-OPSI-

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s